Lewati ke isi

Rencana Pengembangan Sistem IT — UM Indonesia

!!! warning "Status: draft, untuk didiskusikan" Dokumen ini adalah rancangan rencana pengembangan, bukan komitmen final. Item di sini disusun dari kebutuhan/keputusan yang sudah pernah tercatat selama pengembangan berjalan, tapi urutan prioritas, target waktu, dan cakupan detail tiap item masih terbuka untuk didiskusikan lebih lanjut dengan pimpinan/unit terkait sebelum dieksekusi.

Konteks

UM Indonesia (UMID) saat ini mengoperasikan Sistem Informasi Akademik (SIA) — mencakup modul Akademik (KRS, presensi, nilai, IPS/IPK), Kemahasiswaan, Kepegawaian, Keuangan/UKT, Perpustakaan, dan HRD (cuti/izin, payroll, penilaian kinerja, pelatihan) — yang melayani ±7.000 mahasiswa aktif dan ±300 dosen secara self-service, terhubung ke infrastruktur cloud milik UMID sendiri (PostgreSQL HA, reverse-proxy, backup otomatis).

Fondasi (data inti, alur kerja utama, portal self-service mahasiswa/dosen/tenaga kependidikan) sudah berjalan. Dokumen ini fokus pada apa yang belum dibangun — kebutuhan yang sudah teridentifikasi selama proses pengembangan tapi sengaja ditunda karena bukan prasyarat untuk sistem inti berjalan, atau butuh keputusan institusional/infrastruktur tambahan yang belum tersedia.

Cara membaca dokumen ini

Rencana dikelompokkan per area:

Tiap halaman berisi: kenapa item ini belum dikerjakan (alasan penundaan yang sudah pernah dicatat), apa yang perlu diputuskan sebelum bisa dieksekusi, dan perkiraan dependensi ke komponen lain.

Prinsip yang dipegang sejauh ini

Beberapa prinsip desain yang sudah konsisten dipakai di SIA, dan akan tetap jadi acuan untuk pengembangan lanjutan:

  • Sekuensial, bukan spekulatif — modul/fitur dibangun satu per satu, sesuai kebutuhan yang sudah jelas, bukan membangun di depan untuk kebutuhan yang belum pasti.
  • Kompatibel PDDIKTI sejak desain awal — struktur data akademik & kemahasiswaan mengikuti istilah/skema PDDIKTI supaya sinkronisasi ke depan tidak perlu rombak ulang.
  • Reuse infrastruktur yang sudah ada sebelum menambah komponen baru — server yang sama, cluster database yang sama, pola auth yang sama, kecuali memang ada kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi tanpa komponen baru.